Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

09 Agustus 2012

Setiap orang menginginkan mendapatkan uang atau pendapatan yang lebih baik, lebih tinggi dan lebih banyak. Namun, tetap saja banyak orang diluar sana yang masih melakukan hal yang sebaliknya, yaitu melakukan hal yang menyebabkan terhalangnya uang untuk datang kepada mereka. Kira-kira apa aja sih hal-hal yang perlu dihindari? Yuk coba kita simak artikel berikut ini. 

10 Penyebab Yang Menyulitkan Perolehan Pendapatan: 
  1. Tidak menampilkan semangat kerja untuk menguntungkan orang lain. 
  2. Berpikir lamban, berbicara lamban, bergerak lamban. 
  3. Lambat memulai, sering istirahat, berhenti sebelum selesai. 
  4. Menganggap rendahnya penghargaan orang lain sebagai nasib. 
  5. Tidak berupaya menghasilkan lebih banyak karena meyakini rezekinya sudah dibatasi. 
  6. Kasar kepada orang baik yang bisa membantunya. 
  7. Malas berpikir, enggan bergerak, suka menunda.
  8. Suka mencemooh orang yang menasihatinya. 
  9. Tidak jujur. 
  10. Memelihara kebiasaan buruk yang merusak kesehatan tubuh, jiwa, dan reputasi. 

Demikian Tips pengembangan diri kali ini. Semoga bermanfaat untuk teman sekalian. 

TERIMA KASIH
Selanjutnya - 10 Penyebab yang Mempersulit Pendapatan

07 September 2011

Seseorang yang sukses secara financial biasanya memiliki pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit. Namun, kekayaan tersebut merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa menjadi kaya karena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara financial. 

Berikut ini kebiasaan yang bisa membuat Anda sukses secara financial (kaya):

1. Kebiasaan Networking. Empat hal yang tak diberitahukan Tuhan kepada manusia, salah satunya adalah rejeki. Esok lusa Anda makan apa? Mendapatkan apa? Anda tidak pernah tahu. Akan tetapi, Tuhan mempersilahkan manusia berikhtiar. Mengusahakannya dengan sungguh-sungguh, seakan masih diberi waktu hidup seribu tahun lagi. Salah satu yang dapat membuaka jalan ikhtiar itu adalah silaturahmi atau dalam istilah bisnis Anda kenal dengan nama networking. Manusia sejatinya merupakan makhluk komunikasi, artinya tidak bisa tidak, harus berkomunikasi. “Manusia selalu ingin menyampaikan sesuatu,” demikian menurut Aristoteles. Oleh karena itu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan orang lain. Atau dalam teori umum, dikenal dengan istilah “manusia sebagai makhluk sosial”. Singkatnya manusia telah dibekali banyak hal untuk selalu melakukan interaksi dengan manusia lainnya dalam rangka menjalani kehidupannya. Artinya, manusia tinggal memaksimalkan konsep kodrati ini. Seperti bagaimana memaksimalkan telur menjadi sepiring omlet lezat.


2. Kebiasaan Bangun Lebih Pagi. Apabila Anda berpikir bahwa pagi adalah suara kicau burung, sinar matahari menembus jendela atau secangkir kopi, semua jawaban Anda tentulah benar. Namun pada hakikatnya, pagi adalah masa depan! Pagi merupakan salah satu elemen penyusun kehidupan. Terlepas dengan cara apa Anda mengisi pagi, misalnya berolah raga, membaca koran, menyusun agenda kerja, menyapa tetangga, beribadah, membereskan rumah atau sekedar menyeduh teh dan mendengarkan lagu, maka bangun pagi dapat membuat Anda menjadi seseorang yang tidak selalu tertinggal. Minimal tak tertinggal sinar hangat matahari yang dapat membuat mood Anda selalu segar.

3. Kebiasaan Menetapkan Tujuan. Tujuan adalah kalimat-kalimat yang selalu Anda tuliskan dalam buku catatan, lamunan, atau mimpi-mimpi kecil sebelum tidur. Tujuan bukanlah apa yang orang kenal sebagai sebuah kesuksesan, bukan pula halaman rumah tangga yang terlihat lebih hijau. Namun, tujuan adalah sesutau yang membuat Anda merasa bersemangat untuk segera mencapainya, sekalipun Anda harus berusaha dengan susah payah. Thomas Alfa Edison (penemu bola lampu) dan Soichiro Honda (pendiri imperium otomotif Honda) adalah segelintir orang yang mampu meraih tujuan (mimpi-mimpinya) setelah melalui jalan yang berliku. “Orang melihat kesuksesan saya hanya 1 %. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya,” tutur Honda.

4. Kebiasaan Berinovasi. Janganlah berkecil hati, dengan mengatakan bahwa Anda tidak memiliki kelebihan sama sekali. “Yang saya lakukan hanya membakar bambu di pekarangan rumah,” ucap Tsai Lun, penemu kertas pertama di dunia. Kegiatan bakar-bakarannya, justru mengantarkannya untuk melihat bentuk bubuk kertas (pulp) bambu, dari sisa pembakaran. Yang pada akhirnya dikenal dengan ‘kertas’ sebagai pengganti ‘dedaunan’ untuk menulis. Jadi Anda tidak harus cerdas dan memiliki IQ tinggi, kuncinya adalah pada inovasi. Hal-hal baru bisa Anda dapatkan kapan saja dan dimana saja, asalakan Anda berani untuk melangkah jauh dari kebiasan yang menentramkan (baca: lepas dari zona nyaman). Adalah Lawrence Edward “Larry” Page dan Sergey Brin, pada pendiri mesin pencari di internet : Google, yang bisa lari dari zona nyaman untuk menciptakan inovasi. “Semua orang pasti bicara tentang kebutuhan dirinya, lantas apa yang bisa saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan orang itu?” ungkap Page. Maka Page pun menjawabnya dengan Google. “Bisnis saya sebenarnya hanya menggali informasi, menemukan kecocokan data satu dengan yang lainnya”, lanjut Brin.

5. Kebiasaan Berdoa. Ora et Labora, atau terjemahan dari bahasa latin tersebut berarti, “berdoa dan bekerja”. Doa dan kerja adalah 2 sisi yang tidak bisa dipisahkan. Walaupun kesuksesan tidak dijaminkan, doa sudah tentu merupakan pengharapan. Seseorang yang berdoa tidak akan merasakan individualism menguasai dirinya. Oleh karena itu, konsep berdoa merupakan konsep perkawanan. Seseorang yang beragama beranggapan bahwa mereka tidak sendiri karena ada Tuhan yang selalu menemaninya.

6. Kebiasaan Melakukan Sesuatu Sesegera Mungkin. Manusia memang bukan mesin yang akan langsung mengerjakan sesuatu setelah diperintah. Akan tetapi ingatlah satu hal, menunda berarti menumpuk pekerjaan. Semakin bertumpuk, Anda akan semakin bingung bagaimana menyelesaikannya. “Komputer adalah bisnis kecepatan, semakin cepat proses dalam komputer, maka hasilnya akan semakin baik buat semua,” demikian kata William “Bill” Gates, pemilik Microsoft Corp, tentang bisnisnya yang selalu memimpin tren pasar komputer dunia. Karena menurutnya dalam bisnis ini, siapa cepat dia akan menguasai, tidak ada istilah menunda dan terlambat dalam kamus hidupnya. Semua berpacu dengan waktu.

7. Kebiasaan Melakukan Introspeksi. Siapa Anda? Anda adalah apa yang dipikirkan. Bagaimana Anda berpikir menentukan bagaimana Anda bertindak. Bagaimana Anda bertindak menentukan bagaimana orang lain beraksi terhadap Anda. Kalau Anda merasa tidak penting, maka Anda menjadi tidak penting di mata orang lain. Tak akan ada kejayaan di Prancis jika Napoleon tak mengenali dirinya dengan sebenar-benarnya. Hanya tahu kalau dia adalah manusia bertubuh pendek. Napoleon mengenali dirinya lewat potensi yang dimiliki dan juga kekurangan yang harus diperbaiki. Ketika Anda adalah apa yang Anda pikirkan, berarti Anda akan memahami apa yang disebut sebagai kesadaran diri (self awareness)

8. Kebiasaan Tepat Waktu. Waktu dilhirkan sejak abad ke 13. Kini telah 800 tahun waktu berlaku. Apakah manusia semakin efektif? Atau semakin menghamburkan waktu? Tentu Anda akan merasa kesal jika orang yang ditunggu datang terlambat. Begitu pun sebaliknya. Setiap hari setiap orang punya agenda. Tentunya Anda tak mau merusaknya bukan? Kunci untuk membuat semua agenda Anda berjalan lancar adalah konsekwensi dengan apa yang telah Anda rencanakan. Konsekuensi tersebut bisa dimulai dengan datang tepat waktu. Menepati sesuatu adalah janji, dan janji adalah hutang. Dengan datang tepat waktu, berarti Anda telah menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas apa yang telah Anda janjikan.

9. Kebiasaan Berderma. Mengurangi apa yang Anda miliki, apakah benar menghilangkan sebentuk kepemilikan? Pemberi terbesar apakah menjadi seorang yang termiskin sedunia. Tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah. Apa maksudnya? Ketika orang kaya merasa fakir, dia akan menjadi serakah dan tidak menyisakan bagian bagi banyak orang. “Semua yang ada di duani ini, mampu member makan yang lebih bagi semua orang. Namun, keserakan dari orang kaya yang fakir adalah penyebab malapetaka di dunia,” ucap Mahatma Gandhi. Lalu apakah obat dari kefakiran? Obatnya adalah berderma. Orang yang mengurangi sebagian hartanya untuk membantu saudaranya yang lain walau saudaranya tersebut tidak pernah meminta adalah orang uang tidak pernah fakir. Bisa jadi orang yang suka berderma adalah orang yang menurut Anda miskin, bahkan ia rela berpuasa sehari karena ingin berderma. Dialah sebenarnya orang yang paling kaya sedunia. Ingat pula pepatah sunda, “Mulangkalih aya nu dipincariosan abi aya di palihan” (sekiranya ada yang dibutuhkan, saya ada di sebelah). Biasakanlah diri Anda berderma karena dengan berderma, Anda seolah-olah sedang menanam sesuatu yang baik untuk diri Anda dan masa depan yang sedang Anda perjuangkan. Dengan berderma, nama baik Anda dan keluarga akan selalu dilindungi oleh orang banyak. Ketika mendapatkan kesulitan, Anda akan selalu mendapatkan prioritas bantuan.

10. Kebiasaan Penurut. Pengetahuan manusia itu bisa menjadi tanpa batas, tapi kadang dipersempit dengan sikap sok tahu dan selalu merasa tahu. Tidak ada orang yang lahir dan tumbuh lantas masyur tanpa bantuan orang lain, setidaknya tanpa arahan dari orang lain. Menjadi penurut kadang bisa menyelamatkan sekaligus memberi keuntungan bagi kita. Ingat akibat sikap keras kepala Hitler yang mengabaikan nasihat jenderal terbaiknya, Erich Von Manstein? Hal ini berakibat pada kehancuran dan banyaknya korban di pihak armada tank Jerman ketika melawan armada tank Rusia (Operasi Citadel). Kisah sebaliknya terjadi pada Hilton. Atas perintah orang tuanya, ketika kecil dia tidak merasa malu untuk selalu ia melayani tamu-tamu (orang asing) yang menghuni rumahnya. Sehingga akhirnya bisnis kecilnya ini menjadi imperium besar di abad ini.
Selanjutnya - Kebiasaan Yang Bisa Membuat Kaya

13 Juni 2009

Hampir semua orang khususnya ibu rumah tangga merasa kesulitan mengatur keuangan. Apalagi jika sumbernya hanya pas untuk kebuthan rutin bulanan. Ada enam hal penting yang perlu diperhatikan untuk mengatur keuangan Anda agar bisa meningkatkan kualitas hidup:

1. Lakukan perencanaan keuangan.
Buat pos-pos penting dalam amplop yang diberi nama seperti belanja harian, belanja bulanan, kontrak rumah, transpor, uang sekolah, serta keperluan rumah yang mencakup listrik, telepon dan air PAM. Tak perlu melakukan penghematan secara drastis. Yang penting Anda harus disiplin dan mematuhi anggaran yang telah dibuat. Seperi halnya berdiet, jika sedikit saja melanggar kesepakatan maka pengeluaran akan tetap ‘gendut’.

2. Mulailah menabung di awal gajian.
Anggaplah menabung sebagai bagian dari setoran rutin yang harus dilakukan. Jika belum sanggup, jangan terlalu memaksakan diri menabung dalam jumlah yang besar, cukup 10 persen dari gaji.

3. Biasakan juga memasukkan uang sisa belanja harian ke dalam celengan tanah liat yang tidak bisa dibuka sesuka hati. Jika celengan sudah terasa berat, pindahkan uang tersebut ke dalam rekening banka tanpa kartu ATM sehingga tidak bisa diambil sesuka hati Anda.

4. Saat tabungan sudah mencapai jumlah tertentu, tak ada salahnya jika Anda menginvestasikan dalam bentuk saham, unit link atau managed fund.

5. Simpan kartu kredit di bagian yang paling tersembunyi di dompet. Walaupun keberadan kartu ini sering menggoda kebiasaan Anda berbelanja, kartu ini tetap berguna di saat-saat darurat seperti ketika harus ke rumah sakit di saat malam buta sementara tidak ada mesin ATM di sekitarnya.

6. Mulailah berpikir untuk menyiapkan dana pensiun yang akan berguna di kemudian hari.

Jika dirasa perlu, ada perencana keuangan di beberapa bank atau lembaga keuangan lainnya yang bisa membantu Anda.

Selanjutnya - Tips Mengatur Keuangan

03 Juni 2009

Yang namanya utang biasanya memang enak di awalnya. Giliran mengembalikan, hmmm... beratnya.

Di bawah ini adalah 3 kiat agar terhindar dari utang macet:
1.Cicilannya Sesuai Kemampuan
Biasanya maksimal sekitar 30 persen dari penghasilan bulanan Anda. Bisa saja, sih, lebih dari itu. Tapi mungkin Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan yang lain. Nah, jika kebutuhan lain tak bisa dihindari, akibatnya dana membayar cicilan utang akan terpakai.

2.Memilih Pemberi Utang
Ini penting jika sewaktu-waktu Anda kesulitan dalam membayar utang. Anda membutuhkan pihak yang fleksibel dan tidak kaku dalam bernegosiasi jika nanti Anda memang mengalami kesulitan dalam membayar.

3.Tujuan Mengambil Utang
Tidak ada program utang yang bagus untuk semua orang. Ini karena setiap orang biasanya mengambil utang untuk tujuan yang berbeda-beda. Karena itu, cobalah perhatikan untuk tujuan apa Anda mengambil utang. Untuk tujuan konsumsi, usaha atau apa? Hati-hati bila tujuan untuk konsumsi, apalagi kalau konsumsi tersebut tidak berhubungan dengan kegiatan Anda mendapatkan penghasilan. Kalau Anda mengambil utang untuk tujuan usaha, perhatikan dengan baik kelayakan usahanya. Begitu seterusnya.

Sumber : tabloidnova.com

Selanjutnya - Kiat Berkelit Saat Utang Melilit

02 Juni 2009

Dampak dari krisis keuangan global yang terjadi saat ini mungkin belum terasa secara langsung dalam kehidupan kita. Namun, ada baiknya kita mulai bijaksana dalam mengelola keuangan, agar kita tidak panik saat pengaruh krisis tersebut mulai kita rasakan. Misalnya, bila perampingan karyawan di kantor suami yang semula hanya merupakan desas-desus akhirnya menjadi kenyataan. Atau, berbagai tunjangan di kantor yang mulai dikurangi akibat menurunnya keuntungan perusahaan. Belum lagi harga-harga yang cenderung naik, yang akhirnya membuat kita tersadar: ternyata hal ini tak cuma dirasakan golongan dengan ekonomi lemah.

Banyak hal yang sebenarnya dapat kita lakukan untuk mulai lebih cermat dalam mengatur pengeluaran. Coba lihat catatan pengeluaran Anda setiap bulan. Adakah yang dapat dikurangi atau bahkan dihapuskan? Bila salah satu pengeluaran dihapuskan, besarkah pengaruhnya untuk kesehatan keuangan Anda secara keseluruhan? Adakah suatu "kemewahan" dalam gaya hidup Anda yang bisa sedikit dikurangi? Ini yang mungkin dapat Anda pertimbangkan:

Batasi makan di luar rumah. Biasanya Anda tak pernah berpikir dua kali saat memutuskan makan malam atau ngopi-ngopi di mal sepulang kantor. Namun bila Anda mulai merasakan tambahan biaya saat harga-harga naik, pikirkan kembali hal ini. Anda bisa memilih makan di luar pada hari Jumat, atau pada hari Sabtu-Minggu saja. Anda akan sangat menghemat pengeluaran. Bila perlu, bawa sendiri makan siang untuk di kantor.

Hitung lagi pengeluaran untuk komunikasi. Untuk apa mengambil paket BlackBerry yang Rp 250.000,- atau unlimited? Pilih saja yang paling murah, Rp 150.000,-, lalu sering-seringlah nongkrong di area hotspot. Di saat yang sama, batasi ngobrol melalui ponsel. Bila Anda juga menggunakan kartu CDMA, jangan hanya menggunakannya untuk menelepon ke sesama operator (jika pulsanya hemat, bukankah sisanya masih banyak?).

Kurangi pengeluaran untuk majalah. Anda mungkin senang membeli majalah-majalah fashion atau lifestyle, baik lokal maupun asing. Bila ingin bijaksana, langganan saja salah satunya, dan hindari membeli setiap edisi majalah lain yang Anda anggap menarik isinya. Seringkali Anda juga membeli majalah hanya karena memberikan bonus tas yang lucu. Padahal, isinya tidak menarik perhatian Anda.

Kurangi pengeluaran untuk transportasi. Jika kawasan perumahan Anda menyediakan bus feeder busway, tinggalkan mobil Anda di rumah atau di terminal, dan gunakan transportasi umum ini. Atau, jika ada beberapa orang di kantor Anda yang tinggal di kawasan yang berdekatan, aturlah untuk menggunakan satu mobil saja. Anda bisa patungan untuk membayar tol atau bensin.

Downgrade program TV berlangganan. Jika Anda baru tiba di rumah rata-rata pukul 21.00, weekend pun sering menghabiskan waktu di luar rumah, untuk apa mengambil program TV berlangganan yang premium? Ambil saja paket berlangganan yang dasar, sekadar agar Anda dapat menikmati tayangan TV yang lebih jelas.

Kurangi pengeluaran listrik, dengan mematikan AC saat Anda sudah tidak berada di kamar, mematikan lampu-lampu saat Anda bepergian malam hari, tidak membiarkan komputer terus menyala saat Anda melakukan aktivitas lain, mematikan TV saat tidak ada yang menonton di depannya, dan lain sebagainya. Selain menghemat biaya, Anda juga sudah mendukung kampanye go green atau antipemanasan global.

Mencoba laundry lokal atau kiloan. Anda mungkin terbiasa membawa pakaian kotor ke laundry berlisensi (baik lokal maupun asing). Namun cobalah untuk membawanya ke laundry milik tetangga, atau laundry kiloan yang mulai ngetren sekarang. Tarifnya jauh lebih murah daripada yang berlisensi. Pilih pakaian Anda yang tidak membutuhkan banyak perawatan untuk melihat kualitas kerjanya. Sedangkan pakaian "mahal" seperti kebaya, jas, atasan dengan lace atau bulu yang halus, boleh tetap dibawa ke laundry berlisensi.

Jangan terlambat membayar kartu kredit atau asuransi. Keterlambatan akan menyebabkan Anda terkena denda yang lumayan besar jumlahnya. Atasi rasa malas Anda untuk mengunjungi bank, atau buat reminder bahwa Anda sudah harus membayar tagihan.

Jahit baju sendiri. Anda melihat baju yang cantik namun harganya menguras kantong di mal? Ketimbang menggesek kartu kredit, mending Anda ingat bagaimana model baju tersebut, gambar di notes, lalu bawa ke tukang jahit langganan Anda. Bila baju yang Anda inginkan menggunakan bahan tertentu atau detail seperti korsase atau bordir, tanyakan pada tukang jahit Anda apakah ia mampu mengusahakan hal itu.

Penghematan pengeluaran dari masing-masing pos ini mungkin tak terlalu banyak. Namun jika diakumulasi, paling tidak Anda bisa menabung Rp 1.000.000,-. Bila Anda sudah membiasakan diri berhemat dan melihat hasilnya, Anda akan makin bersemangat untuk mengurangi pengeluaran di pos-pos lain.

Sumber : Kompas.com

Selanjutnya - Tips Mengurangi Pengeluaran Bulanan

24 Mei 2009

Banyak lho hal positif yang didapat bila kita menghemat energi. Salah satunya: hemat biaya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah tangga, antara lain adalah menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan, memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan, membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, serta menggunakan alat-alat listrik secara bergantian.

Berikut beberapa tip menghemat energi listrik di rumah.

1. Lemari Es
a. Pilih lemari es dengan kapasitas yang sesuai.
b. Buka pintu lemari es seperlunya saja.
c. Usahakan agar isi lemari es tidak melebihi kapasitas dan hindari memasukkan makanan dan minuman yang masih panas ke dalam lemari es.
d. Tempatkan lemari es jauh dari sumber panas, seperti sinar matahari dan kompor.
e. Secara rutin membersihkan kondensor dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan baik.
f. Atur suhu lemari es sesuai kebutuhan karena semakin rendah temperature, semakin banyak konsumsi energi listrik.

2. Setrika Listrik

a. Mengatur tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan bahan pakaian yang akan disetrika.
b. Membersihkan bagian bawah setrika dari kerak yang dapat menghambat panas.

3. Televisi dan Radio
Matikan televisi, radio, tape recorder, DVD player, serta perlengkapan audio visual lainnya bila tidak ditonton atau tidak didengarkan.

4. Pendingin Udara (AC)

a. Pilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
b. Mematikan AC bila ruangan tidak digunakan.
c. Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak usah terlalu dingin.
d. Menutup pintu, jendela dan ventilasi ruangan agar udara panas dari luar tidak masuk.
e. Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung agar efek pendingin tidak berkurang.
f. Membersihkan saringan (filter) udara dengan teratur.

Selanjutnya - Tips Menghemat Listrik di Rumah