15 Juni 2009

Banyak yang beranggapan bahwa profesi penulis tidak begitu menarik karena kurang menjanjikan untuk menopang hidup sehari-hari, sehingga profesi penulis dianggap hanya bisa dijadikan sebagai profesi sampingan atau hobi. Sebetulnya Anda bisa sekali menjadikan profesi penulis sebagai profesi utama -yang mungkin lebih menghasilkan dibandingkan dengan profesi kantoran- sebut saja misalnya Hilman Hariwijaya dengan Karyanya Lupus yang cukup sukses dan melegenda atau J.K. Rowling dengan Harry Potter-nya yang mendunia dan masih banyak lagi. 

Berikut ini Tips mudah memulai profesi sebagai penulis profesional:

1. Banyak Membaca. Banyak membaca terutama novel-novel best seller. Pikiran Anda jadi terbiasa dengan berbagai genre tulisan dan pikiran. Mata Anda juga menjadi terbiasa melihat rangkaian tulisan, sehingga Anda akan selalu belajar dan menyerap banyak hal dan pelajaran dari sana.


2. Sediakan Waktu Untuk Menulis Apa Saja. Buatlah alasan yang kuat, sehingga ketika menulis, Anda akan fokus dan tentukan tenggat waktunya. Tanpa alasan yang kuat dan target, biasanya Anda menjadi malas mengerjakannya karena keburu bosan.

3. Konsentrasi Dan Kerja Keras. Anda harus produktif dan tidak bisa cuma mampu menulis satu buah buku dalam satu tahun, karena itu hanya mempengaruhi royalti. Dalam setahun setidaknya Anda harus menulis 2 novel dan puluhan essai dan cerita pendek untuk memperkuat eksistensi dan posisi Anda sebagai seorang penulis profesional.

4. Open Mind. Mau membuka diri (mata, telinga dan hati) dan up-to-date terhadap keadaan, kejadian bahkan pemikiran dan imajinasi abstrak di pikiran Anda. Tuangkan semua itu dalam bentuk tulisan dan harus dilatih terus menerus. Penulis yang tidak pernah berlatih dan tidak akan merencakan akan menjadi penulis, tapi karyanya menjadi best seller, kebanyakan terkena beginner’s luck saja. Tanpa ketelatenan, bisa-bisa Anda tidak bisa eksis sampai buku selanjutnya.

5. Disiplin. Ada satu harga yang mesti dibayar jika ingin menjadikan tulisan sebagai lahan kerja utama Anda: harus berani menempatkan tulisan sebagai prioritas utama. Tempatkan dalam benak Anda bahwa menulis adalah profesi utama, biarpun sebenarnya hanya sampingan. Hal ini akan menjadikan Anda disiplin dan taat pada deadline kerja. Tetapkan waktu untuk menulis seperti halnya waktu kantor yang selalu ada setiap harinya.

6. Market Your Self. Pastinya Anda tidak ingin buku Anda hana dinikmati suami/istri atau keluarga besar saja. Sebisa mungkin tulisan atau buku Anda dapat dibaca orang sebanyak-banyaknya, syukur-syukur pasar Anda sampai ke luar negeri dan jadi best seller! Strategi pemasaran khusus dibutuhkan untuk meraih pasar pembaca pemula. Misalnya Alberthiene Endah. Ketika hasil penulisan biografi tentang KD (Kris Dayanti) sangat mengesankan banyak orang, order pun datang dengan sendirinya, mulai dari pembuatan biografi Chriyse sampai Titik Puspa.


Selanjutnya - Tips Mudah Memulai Profesi Sbg Penulis Profesional

13 Juni 2009

Berikut ini ada beberapa tips / cara mengajari anak agar menghormati orang yang lebih tua:
Sungkem

1. Hormati anak layaknya orang dewasa.

Setiap orangtua tentu ingin anaknya tumbuh sebagai anak yang berbudi, dan salah satu indikator yang kerap dijadikan ukuran anak berpekerti baik adalah mereka yang menghormati orang tua. Namun, kerap kali orangtua atau orang dewasa pada umumnya luput untuk juga menghormati anak. Sikap hormat selama ini selalu diidentikan dengan menghormati orang yang lebih dewasa.

Padahal, menurut Yusi Elsiano Rosmansyah, praktisi anak, dalam artikelnya di www.perkembangananak.com, sikap hormat tak hanya dilakukan untuk menghormati orang dewasa. Orangtua yang menghormati anak pun akan membuahkan anak yang yang senantiasa menjaga sikap hormat, baik kepada orangtua maupun kepada orang lain.

2. Mulailah menghormati hak-hak anak.

Jika anda ingin sang anak memiliki sikap hormat, mulailah dengan menghormati hak-hak anak. Beri ia ruang dan kebebasan dalam bereksplorasi sejauh itu dalam koridor yang benar. Hormati hak berbicara anak dengan senantiasa memberinya kesempatan untuk mengungkapkan gagasan dan keinginannya.

3. Orang tua seyogyanya juga menerapkan perilaku hormat terhadap orang lain.

Ini harus dilakukan karena anak adalah Great Imitator atau peniru yang ulung. Apa yang orang dewasa lakukan, maka anak memiliki kemampuan untuk menirunya. Jika anda orangtua yang senantiasa menjaga sikap hormat kepada orang lain, niscaya sang anak pun akan tumbuh dengan sikap yang Anda contohkan.
Selanjutnya - Tips Mendidik Anak Menghormati yang Lebih Tua

Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakit ini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll.

Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun kedepan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika Anda malas dari bangun, Anda akan berkata dalam hati: “Satu menit lagi saya akan bangun”, tetapi kenyataannya barangkali Anda akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.


Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Anda menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang Anda tidak sukai, misalnya.

Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stress karena mau tidak mau satu saat Anda harus mengerjakannya. Di waktu yang sama Anda juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.

Dalam beberapa hal, Anda pun mungkin akan kehilangan momen untuk berkembang ketika Anda mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan –Anda malas bertindak karena bayangan negatif tentang hal-hal yang memberatkan didepan.

Di artikel ini saya ingin memberikan beberapa tips untuk mengatasi rasa malas. Tips ini bisa Anda praktekkan di tempat kerja ataupun lingkungan keluarga:

Ganti “Kapan Selesainya” dengan “Saya Mulai Sekarang”

Apabila Anda dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, Anda sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakan setiap kali Anda bekerja: “Saya mulai sekarang”.
Cara pandang ini akan menghindarkan Anda dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan. Anda membuat sederhana tugas didepan Anda dengan bertindak positif. Fokus Anda hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.

Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”

Berpikir bahwa Anda harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan Anda menjadi malas mengerjakannya. Anda akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.

Satu tip yang bisa Anda gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa Anda tidak harus melakukan pekerjaan yang Anda tidak mau.

Anda mau mengerjakan tugas karena memang Anda ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Anda selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan Anda sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa Anda melakukan apa saja yang Anda tidak mau lakukan.

Anda Bukan Manusia Sempurna

Berpikir bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa Anda dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya Anda mungkin akan malas memulainya. Anda harus bisa menerima bahwa Anda pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.

Dalam konteks pekerjaan, Anda punya kesempatan untuk melakukan perbaikan berulang kali. Anda selalu bisa negosiasi dengan boss Anda untuk meminta waktu tambahan dengan alasan yang masuk akal. Mulai pekerjaan dari hal yang kecil dan sederhana, kemudian tingkatkan seiring dengan waktu. Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat Anda memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.

Saya harap tulisan ini berguna. Kemalasan merupakan sesuatu yang normal dalam hidup Anda. Karena dia normal maka dia pun bisa diatasi. Tiga tips diatas bisa menjadi awal untuk berpikir dan bertindak berbeda dari biasanya sehingga Anda tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang hanya karena malas mengerjakannya.


Selanjutnya - Tiga Tips untuk Menghindari Kemalasan

Membuat si kecil disiplin terhadap peraturan memang tidak mudah. Terkadang Anda harus lebih bersabar dalam mendisiplinkan mereka. Beberapa cara yang diambil orang tua kadang justru membuat si kecil makin bandel atau sebaliknya menjadi penakut. Misalnya, dengan ditakut-takuti dengan hantu atau kecoa. Untuk itu berikut ini tips tepat cara mendisiplinkan Anak:

1. Sebaik-baiknya orang tua adalah yang lebih banyak memberi pengetahuan dibandingkan hukuman. hukuman fisik tidak akan menghasilkan sikap yang baik. Sebanyak mungkin ajarkan apa yang seharusnya kepada mereka daripada sekedar menghukum.

2. Tujuan utama disiplin adalah mengajarkan mereka tingkah laku yang dapat diterima. Memukul anak bukanlah mengajarkan tingkat laku yang benar. Tapi mengajarkan “apa yang dibenarkan” dan tidak akan menyelesaikan masalah.

3. Pandangan seorang anak berperilaku menyimpang, adalah penilaian yang salah. Akan lebih mudah, bila kita berpikir bagaimana mengubah tingkah laku mereka untuk bersika benar.

4. Berikan konsekuensi dari sikap buruk mereka. Jika si kecil mengotori ruangan, ia juga yang harus membersihkan

5. Buat peraturan, tapi pastikan peraturan tersebut sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan si kecil

6. Pastikan konsekuensi itu bersifat jalas dan masuk akal

7. Jangan berdebat atau permisive tentang peraturan tersebut. Jika ia melanggar, ingatkan si kecil akan konsekuensi yang akan ia terima.

8. Saat Anda memberikan perintah, bicaralah dengan kata yang tegas dan terus ingatkan padanya.

9. Jika sikap buruknya terlalu banyak, jangan mencoba merubah seluruh perilakunya dalam waktu singkat. Cobalah untuk merubah perilakunya secara bertahap. Pertama-tama, ubahlah perilakunya yang paling memprihatinkan menurut Anda.

10. Jelaskan mengapa sikapnya itu tidak baik, berikan konsekuensi akibat ulahnya ini dan berika alternatif tingkahlaku yang lebih baik.

Sumber : tipsanda.com

Selanjutnya - Tips Tepat Cara Mendisiplinkan Anak

Hampir semua orang khususnya ibu rumah tangga merasa kesulitan mengatur keuangan. Apalagi jika sumbernya hanya pas untuk kebuthan rutin bulanan. Ada enam hal penting yang perlu diperhatikan untuk mengatur keuangan Anda agar bisa meningkatkan kualitas hidup:

1. Lakukan perencanaan keuangan.
Buat pos-pos penting dalam amplop yang diberi nama seperti belanja harian, belanja bulanan, kontrak rumah, transpor, uang sekolah, serta keperluan rumah yang mencakup listrik, telepon dan air PAM. Tak perlu melakukan penghematan secara drastis. Yang penting Anda harus disiplin dan mematuhi anggaran yang telah dibuat. Seperi halnya berdiet, jika sedikit saja melanggar kesepakatan maka pengeluaran akan tetap ‘gendut’.

2. Mulailah menabung di awal gajian.
Anggaplah menabung sebagai bagian dari setoran rutin yang harus dilakukan. Jika belum sanggup, jangan terlalu memaksakan diri menabung dalam jumlah yang besar, cukup 10 persen dari gaji.

3. Biasakan juga memasukkan uang sisa belanja harian ke dalam celengan tanah liat yang tidak bisa dibuka sesuka hati. Jika celengan sudah terasa berat, pindahkan uang tersebut ke dalam rekening banka tanpa kartu ATM sehingga tidak bisa diambil sesuka hati Anda.

4. Saat tabungan sudah mencapai jumlah tertentu, tak ada salahnya jika Anda menginvestasikan dalam bentuk saham, unit link atau managed fund.

5. Simpan kartu kredit di bagian yang paling tersembunyi di dompet. Walaupun keberadan kartu ini sering menggoda kebiasaan Anda berbelanja, kartu ini tetap berguna di saat-saat darurat seperti ketika harus ke rumah sakit di saat malam buta sementara tidak ada mesin ATM di sekitarnya.

6. Mulailah berpikir untuk menyiapkan dana pensiun yang akan berguna di kemudian hari.

Jika dirasa perlu, ada perencana keuangan di beberapa bank atau lembaga keuangan lainnya yang bisa membantu Anda.

Selanjutnya - Tips Mengatur Keuangan

03 Juni 2009

Yang namanya utang biasanya memang enak di awalnya. Giliran mengembalikan, hmmm... beratnya.

Di bawah ini adalah 3 kiat agar terhindar dari utang macet:
1.Cicilannya Sesuai Kemampuan
Biasanya maksimal sekitar 30 persen dari penghasilan bulanan Anda. Bisa saja, sih, lebih dari itu. Tapi mungkin Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan yang lain. Nah, jika kebutuhan lain tak bisa dihindari, akibatnya dana membayar cicilan utang akan terpakai.

2.Memilih Pemberi Utang
Ini penting jika sewaktu-waktu Anda kesulitan dalam membayar utang. Anda membutuhkan pihak yang fleksibel dan tidak kaku dalam bernegosiasi jika nanti Anda memang mengalami kesulitan dalam membayar.

3.Tujuan Mengambil Utang
Tidak ada program utang yang bagus untuk semua orang. Ini karena setiap orang biasanya mengambil utang untuk tujuan yang berbeda-beda. Karena itu, cobalah perhatikan untuk tujuan apa Anda mengambil utang. Untuk tujuan konsumsi, usaha atau apa? Hati-hati bila tujuan untuk konsumsi, apalagi kalau konsumsi tersebut tidak berhubungan dengan kegiatan Anda mendapatkan penghasilan. Kalau Anda mengambil utang untuk tujuan usaha, perhatikan dengan baik kelayakan usahanya. Begitu seterusnya.

Sumber : tabloidnova.com

Selanjutnya - Kiat Berkelit Saat Utang Melilit