22 Juni 2009

Stres merupakan salah satu penyebab utama timbulnya penyakit jantung dan stroke. Munculnya stres dapat dipicu oleh beragam permasalahan seperti permasalahan keuangan, keluarga, kesehatan atau perjalanan. 

Berikut ini akan dibahas Tips praktis mengatasi stres kurang dari 10 menit, dari berbagai sumber:

1. Mengumpat (1 detik). Peneliti di England University of East Angelia Norwich mengkaji daya kemampuan dan menemukan bahwa menggunakan kata-kata umpatan dapat mengurangi stres dan meningkatkan keakraban antar rekan kerja (Bajingan! Anjing!). Semoga berhasil.


2. Konsumsi Minyak Ikan (5 detik). Menurut penelitian dari University of Pittsburgh, orang memiliki kandungan EPA dan DHA asam lemak omega-3 dalam darah paling tinggi, lebih bahagia, tidak terlalu impulsif, dan lebih menyenangkan. Cobalah minyak ikan sebagai suplemen harian yang mengandung 400 mg EPA dan 400 mg DHA.

3. Makan Dark Chocolate (10 detik). Menurut studi yang dipublikasikan dalam Proceeding of The National Academy of Science, menunjukkan bahwa flavonoid dalam biji kakao dapat membuat pembuluh darah lebih relaks. Cari dark chocolate rendah lemak yang memiliki lebih banyak favonoid yang meredakan stres daripada milk chocolate.

4. Sandarkan Punggung (30 detik). Lupakan nasihat yang menyerankan Anda duduk tegak untuk meredakan ketegangan pada punggug. Para peniliti di University of Alberta Hospital di Kanada menemukan bahwa duduk dengan menyandarkan punggung dengan kemiringan 135 derajad adalah posisi duduk terbaik untuk mengurangi nyeri punggung.

5. Tambahkan Bawang Putih (1 menit). Para peneliti di University of Alabamadi Birmingham yakin telah menemukan alasan mengapa bawang putih bagus untuk kesehatan jantung, dan di dlam penelitian itu mereka menemukan kekuatan bawang putih untuk memerangi stres juga. Saat Anda mencerna organsulfur allicin, komponen utama dalam bawang putih, tubuh Anda memproduksi hidrogen sulfida, yang akan membuat pembuluh darah relaks danmeningkatkan aliran darah.

6. Seduh Teh (3 menit). Dalam sebuah studi di University College di London, 75% pria diberikan teh sebelum menyelesaikan tugas yang sarat dengan stres. Setelah tugas selesai, ternyata kadar kortisol mereka turun hingga rata-rata 47%, lebih rendah dibandingkan dengan pria yang sebelumnya tidak minum teh yang kortisolnya turun sebanyak 27%.

7. Menonton Youtube Untuk Selingan (5 menit). Meurut para peniliti di Linda University, California, tertawa dapat menurunkan hormon yang berkaitan dengan stres seperti dopac (38%). kortisol (39%), dan epinephrine (70%). Dan saat para peneliti di University of Maryland memertontonkan potongan film pendek kepada partisipan, ternyata mereka yang menonton film lucu mengalami peningkatan aliran darah menuju jantung mereka sebanyak 22%.

8. Temukan Hoku Anda (30 detik). Menurut para peneliti di Hongkong Polytchnic University, akupuntur adalah cara cepat meredakan ketegangan hingga 39%. Kalau Anda mau stres cepat reda, pijatlah daerah antara ibu jari dan jari telunjuk selama 20-30 detik. “Ini adalah titik akupuntur paling ummum untuk membuat tubuh bagian atas terasa nyaman, “ kata Patrice Winter, juru bicara American Physical Therapy Association.

9. Bijak Rencanakan Keuangan (8 menit). “Bagi pria, saat liburan, uang adalah sumber stres paling besar, ” kata Bonnie Eaker Weil, Ph.D., penulis buku Financial Infidelity. arena menurut survey tahun 202, pria yang menghindari membuat perencanaan keuangan, rata-rata menghabiskan 36% lebih banyak uang untuk membeli hal-hal selama liburan dibandingkan dengan pria yang melakukan perencanaan keuangan. Maka sayangi dompet dan jantung Anda. Rundingkan dengan istri Anda dan segera hitung uang yang akan Anda berdua belanjakan selama liburan atau saat hari raya.

10. Bercinta (10 menit). Mencium dan memeluk istri Anda dapat mengurangi stes, menurut para peneliti di University of North Caroline, Skotlandia, kegiatan ini dapat meningkatkan kadar oksitoksin, hormon yang berkaitan dengan cinta dan ikatan batin. Para peneliti pun menemukan bahwa bercinta secara teratur dapat menurunkan rasa cemas, stres, dan tekanan darah.

Selanjutnya - Tips Praktis Mengatasi Stres Kurang Dari 10 Menit

19 Juni 2009

Memang sulit mengatasi rasa takut untuk mengungkapkan pikiran secara bebas tentang apa yang anda percayai. Tetapi mengungkapkan pikiran adalah keterampilan yang digunakan di berbagai bidang kehidupan. 

Berikut ini adalah cara untuk menaklukkan rasa malu dan tenggelamnya perasaan dalam mengungkapkan pikiran.

1. Jangan khawatir tentang bagaimana orang bereaksi ketika anda mengungkapkan pikiran anda. Anda harus memahami bahwa anda memiliki hak untuk mengungkapkan apa yang ingin anda katakan. Anda memiliki kebebasan untuk berbicara.


2. Hadapilah orang-orang yang mengintimidasi anda. Ketika seseorang mengintimidasi anda, intimidasi mereka balik dan katakanlah apa yang ada dalam pikiran anda. Orang tidak bisa menatap anda dan mengharapkan anda untuk menjadi tenang. Jika seseorang melihat anda dan mencoba mengintimidasi anda, buatlah kontak mata dengan mereka untuk menunjukkan anda tidak takut.

3. Tetap tenang. Jangan biarkan emosi mengambil alih anda sepenuhnya. Ingatlah itu hanya sebuah percakapan, dan orang akan melihat Anda dengan lebih baik jika Anda berbicara dengan tenang dan lambat.

4. Jangan berteriak. Berteriak tidak akan membuat setiap orang mendengarkan Anda dengan lebih baik. Sehingga membuat mereka tidak memperhatikan anda.

5. Bicaralah dengan jelas dan buat diri anda mendengarnya, namun anda tidak perlu berteriak, hanya berbicara dengan cukup keras agar orang dapat mendengarkan suara anda. Katakanlah yang ada di dalam pikiran anda.

6. Berlatih mengungkapkan pikiran anda pada teman dan keluarga anda, mereka yang pertama harus anda coba. Bahkan ketika yang paling sederhana terjadi misalnya menentukan apakah Anda dan teman-teman akan pergi ke mal atau ke teater, atau apa yang ingin Anda makan untuk makan malam, apapun, berpartisipasilah, katakan apa yang Anda inginkan dan apa yang Anda pikir lebih baik.

7. Percaya dengan diri anda sendiri! Jika Anda yakin apa yang Anda katakan adalah penting, yang lainnya juga akan penting.

Tips
1) Berlatihlah mengungkapkan pikiran anda dan mengekspresikan diri sendiri dengan keluarga, kemudian dengan sekelompok teman-teman, selanjutnya dengan semua orang.
2) Berbicaralah ketika anda merasa suka, tetapi jangan lupa untuk tetap menghargai pendapat orang lain – mereka mempunyai hak untuk memiliki pendapat mereka sendiri.
Selanjutnya - Ungkapkan Pikiran Anda

18 Juni 2009

Menjalin komunikasi dengan sesama rekan kerja mungkin bukan menjadi suatu masalah, tapi begitu bertemu dengan atasan urusannya jadi berbeda. Walaupun tidak ada syarat dan aturan tertulisnya, Anda harus bisa menjaga sikap dan ucapan Anda serta sebisa mungkin jangan salah bicara.

Berikut ini adalah Tips tepat etika bersikap di depan bos Anda dalam berbagai situasi:

1. Hanya Berdua. Anda hanya berdua di dalam lift dengan pimpinan perusahaan dan dia menyapa terlebih dahulu, “Selamat Pagi”. Tips : 1) Don’t : Hanya tersenyum atau membalas “Selamat Pagi”. Lalu membiarkan pembicaraan tergantung sampai lift terbuka dan memisahkan Anda. 2) Do : Cari tahu informasi tentang atasan Anda, misalnya hobi atau keluarganya. Jadi ketika Anda kebetulan terjebak dalam lift hanya dengan atasan, Anda bisa bilang, “Selamat Pagi Pak/Bu. Masih sering main tenis kalau hari minggu?”. Ini bisa menjadi pembuka jalan untuk menjalin hubungan yang akrab dengannya (walau 90% kemungkinan dia tidak tahu siapa Anda).

2. Bos Di Depan Pintu Saat Anda Terlambat. Lagi-lagi Anda terlambat masuk kantor. Biasanya sih, Anda ’selamat’. Tapi hari ini bos berdiri tepat di pintu saat Anda berjalan santai ke kantor. Tips : 1) Don’t : Berinisiatif ekstra dan melapor. ” Maaf Pak, saya terlambat. tadi jalanan macet”. Padahal dia tidak bertanya alasan Anda terlambat. Yang dia pedulikan hanyalah para karyawannya berprestasi bagus dan menguntungkan perusahaan. 2) Do : Cukup tersenyum padanya dan tidak perlu mempermasalahkan keterlambatan Anda. Kalau dia menanyakan alasan Anda terlambat, baru Anda menjawabnya. Sebagai kompensasinya, Anda harus tahu diri dengan pulang lebih larut. Jadikan ini pelajaran untuk tidak terlambat di lain waktu. Karena hari ini mungkin Anda bisa menghindari omelan atasan, tapi besok-beok belum tentu.

3. Antre Di Toilet. Pas antre di toilet kantor, tiba-tiba atasan Anda masuk dan ikut antre. Tips : 1) Don’t : Mempersilahkan dia antre di depan Anda. Ini mengesankan Anda adalah tipe orang yang mudah ‘diinjak’ dan suka ‘cari muka’. 2) Do : Pergi ke toilet adalah waktu pribadi semua orang. Jadi, kalau Anda berada dalam situasi semacam ini, hindari percakapan. Cukup tersenyum dan tidak perlu memaksakan diri untuk berbasa basi. Jika dia mengajak bicara, barulah Anda menanggapinya.

4. Mendadak Diminta Lembur. Atasan mendadak meminta Anda lembur padahal Anda sudah terlanjur bikin janji penting. Tips : 1) Don’t : Panik dan menangkis permintaan atasan dengna sejuta alasan. Janji Anda memang penting tapi Anda juga harus sadar kalau masalah pekerjaan sama pentingnya untuk bos Anda. 2) Do : Berusaha untuk mengakomodasi keperluan atasan dengan lembur sebentar dan memundurkan janji Anda beberapa jam. Jika tidak mungkin, beri dia solusi lain. Anda bisa mengajukan diri untuk lembur pada esok harinya, membawa bahan kerjaan pulang ke rumah atau datang lebih awal ke kantor esok harinya untuk mengerjakannya. Dengan begitu, atasan akan merasa bahwa dia bisa mengandalkan Anda dan rencana Anda tidak berantakan.

5. Ditanya Tentang Rekan Kerja. Anda sedang berdua saja dengan bos dan dia mulai bertanya-tanya tentang teman kerja Anda. Dia ingin tahu sisi baik-buruknya teman-teman kerja Anda. Tips : 1) Don’t : Terlalu jujur dan curhat habis-habisan tentang teman kerja Anda. Karena terlalu semangatnya, Anda jadi ikut menjelek-jelekan rekan kerja yang tidak Anda sukai. Tidak saja rekan kerja rekan kerja sebel dengan mulut ember Anda, bos juga bisa menilai kalau Anda mudah diprovokasi. 2) Do : Mungkin saja Anda punya maksud baik dengan berkata jujur, tetapi jangan sampai merugikan rekan kerja lain. Berkilah dengan bilang, “Wah, saya kurang tahu Pak, dia sedang sibuk apa sekarang. Saya kebetulan sedang fokus ke proyek A.” Dari situ, alihkan perhatiannya dengan menanyakan pendapat dan nasihatnya mengenai proyek tersebut. Jika dia terus memaksa Anda untuk bercerita, Anda bisa memilih cara diplomatis dengan mengatakan, “Yah, mungkin kekurangan dia adalah A. Tapi menurut saya itu justru bisa mendorong timnya untuk terus maju”. Jangan biarkan pembicaraan ini berlangsung lama, buru-buru kabur dengan permisi kek kamar mandi saja.

6. Makan Siang Bersama. Ketika sedang makan siang bersama rekan kerja, bos mengambil tempat duduk tepat di sebelah Anda. Tumben sekali. Tips : 1) Don’t : Jadi si cerewet yang terus mengajak ngobrol. Banyak orang yang justru benci diajak ngobrol ketika makan. Apalagi, mungkin dia sedang ingin melepas lelah setelah fokus pada rapat tadi. Hindari juga menggerak-gerakan tangan atau kaki di bawah meja. Selain mengganggu, hal ini menunjukkan bahwa Anda mudah gugup dan tidak bisa menghadapi tekanan. 2) Do : Cukup keluarkan satu komentar seputar rapat atau pekerjaan di kantor yang berhubungan dengan atasan Anda, misalnya, “Tadi saran Ibu/Bapak tentang A benar juga”. Jika tidak ada tanggapan berarti, itu isyarat bagi Anda untuk diam dan menikmati makanan Anda.

7. Bertemu Bos Saat Istirahat. Ketika makan siang di luar bersama teman, Anda lihat bos sedang makan sendirian di tempat yang sama dan Anda harus melewatinya. Tips : 1) Don’t : Pura-pura tidak melihatnya dan menghindar. Percayalah, dalam situasi semacam ini, sebenarnya dia menyadari kehadiran Anda. 2) Do : Sapa atasan Anda, “Pak/Bu sering makan di sini juga? Mau gabung dengan saya dan teman-teman?”. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak takut atau minder, juga mencerminkan kepribadian Anda yang terbuka dan menghargai atasan di berbagai situasi. Anda bebas dari prasangka kalau makan siang adalah ajang ‘ngomongin’ bos.

8. Ditanya Suatu Hal Yang Sulit Dijawab. Adakalanya ketika Anda tengah bersama bos dalam perjalanan, dia mulai membuka pembicaran dengan bertanya sesautu hal dengan Anda, bisa hal tersebut berhubungan dengan urusan pekerjaan namun bisa juga hal tersebut bersifat umum -lebih kepada menguji kemampuan pengetahuan umum Anda- seperti politik, teknologi maupun sosial. Tips : 1) Don’t : Seminim mungkin Anda menjawab dengan “Maaf pak saya tidak tahu”. Karena hal ini akan mencerminkan Anda tidak supel -atau tidak mau tahu- dalam urusan di luar kantor. 2) Do : Anda bisa memulai menjawab pertanyaan sulit tersebut dengan kata, “Saya memang pernah mendengar hal tentang…” , kemudian dilanjutkan dengan “Sejauh pengetahuan saya…”. Hal ini akan mencerminkan Anda mengetahui sedikit-sedikit tapi banyak, dan kalaupun jawaban Anda tidak tepat, Anda dianggap sudah berusaha ‘berpikir’ untuk menjawabnya.

Sumber : tipsanda.com
Selanjutnya - Tips Tepat Etika Bersikap di Depan Bos

16 Juni 2009

Berikut ini ada 4 langkah sederhana tips / cara membiasakan anak batita meminta maaf:

1. Contoh langsung
Contohkan bagaimana seharusnya kata maaf diucapkan. Misal, orangtua tak sengaja menumpahkan susu anak, katakan, "Maaf ya, Sayang, Mama tidak sengaja menumpahkan susumu." Begitu juga dengan kesalahan lain yang dilakukan. Dengan demikian diharapkan anak terbiasa melihat orang-orang terdekatnya mengucapkan maaf manakala melakukan kesalahan.


2. Tunjukkan penyesalan dengan bahasa tubuh
Lakukan kontak mata saat mengucapkan kata maaf, sehingga anak bisa merasakan penyesalan yang mengiringi permintaan maaf itu. Menggenggam tangan, memeluk erat, atau mencium juga akan dicontoh anak saat orangtua minta maaf dengan bahasa tubuh seperti itu. Namun sebagai catatan, tegaskan padanya bahwa pelukan dan ciuman penyesalan hanya boleh diberikan pada papa/mama/kakak/adik, sedangkan untuk teman/saudara/orang lain cukup dengan bersalaman. Bahasa tubuh juga efektif untuk batita yang komunikasi verbalnya belum lancar sehingga belum bisa mengucapkan kata maaf.

3. Dorong supaya bertanggung jawab
Selain mengucapkan maaf, minta anak untuk "bertanggung jawab" atas kesalahan yang dilakukannya. Umpama, ia menyenggol temannya sampai jatuh. Nah setelah minta maaf, jika temannya terluka, minta si kecil menyodorkan tisu/plester. Ini sebagai bagian dari pembelajaran tentang tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.

4. Berikan apresiasi
Setelah anak mengucapkan kata maaf, berikan apresiasi dalam bentuk pujian, seperti, "Wah, pintar, kamu sudah bisa minta maaf." Hal tersebut sekaligus sebagai penguatan bahwa yang dilakukannya sudah benar dan perlu diulanginya lagi di lain kesempatan.

PESAN PENTING
Selain cara, orangtua juga harus mengajarkan kapan kata maaf itu diucapkan, yakni saat menyusahkan orang lain, mencelakai orang lain, melanggar janji, melakukan hal-hal yang sudah dilarang, melakukan hal-hal yang tidak disukai orang lain, dan sebagainya. Dengan begitu, yang ditekankan adalah pesan untuk tidak mengulangi kesalahan, bukan semata-mata minta maaf tanpa mengerti alasannya.

Apa jadinya kalau anak yang bersalah tidak dibiasakan meminta maaf?

  • Anak tidak disukai dalam pergaulannya karena tidak biasa minta maaf setelah melakukan kesalahan. Ini akan berakibat pada perkembangan sosialnya. Apalagi kalau sikap masa bodoh ini terbawa sampai usia dewasa.
  • Perkembangan emosinya tidak optimal karena dengan tidak mengakui kesalahan, ia tidak bisa menilai dirinya secara pas.


Oleh Marfuah Panji Astuti
Sumber: Kompas 22 Oktober 2008

Selanjutnya - Tips Membiasakan Anak Meminta Maaf

15 Juni 2009

Bekerja sama dengan beberapa tipe orang yang berbeda memang membutuhkan ketrampilan tersendiri. Allah menciptakan manusia dalam berbagai karakter, ada yang menyenangkan namun ada yang menyebalkan. Bagaimana kalau justru karakter menyebalkan terjadi pada rekan kerja Anda? Apalagi kalau pekerjaan Anda menuntut Anda untuk selalu berinteraksi dengannya. Bukan mustahil, kenyamanan dan karir Anda di kantor akan terusik. 

Berikut ini Tips mengatasi 6 Tipe Rekan Kerja Menyebalkan:

1. Si Sok Tahu. Bisa saja, ketika Anda baru saja berkenalan dengannya Anda di buat terkagum-kagum pada rekan kerja tipe ini. Karena dia bisa membicarakan segala topik pembicaraan, dengan gaya yang meyakinkan pula. Namun, belakangan Anda baru menyadari apa yang dibicarakannya, lebih banyak ngaconya dibanding benarnya. Tips : Memang memiliki rekan kerja sok tahu lumayan menyebalkan, rasanya ingin buru-buru menyangkalnya dan meralatnya. Tapi tidak semua orang bisa terima begitu saja kalau omongannya dibatah, terlebih tipe rekan kerja ini. Untuk itu lakukan secara halus. Tunggu sampai ia selesai bicara, baru Anda bilang, “Oh begitu? Tapi setahu saya…”. Dengan begitu, dia tidak merasa Anda menyangkalnya. Bahwa dia tetap bersikukuh dengan pendapatnya, tidak menjadi soal, yang penting Anda sudah menyampaikan fakta menurut sudut pandang Anda.

2. Si Tukang Ngobrol. Diakui atau tidak, memiliki teman kerja yang suka ngobrol memang asyik, karena suasana menjadi ramai dan dia selalu punya bahan pembicaraan. Mulai dari gosip seputar kantor, artis yang baru mengajukan gugatan cerai, sampai kucing tetangga yang baru beranak lima. Sayangnya, rekan kerja tipe ini suka tidak tahu waktu ketika ‘beraksi’. Saat Anda baru dikejar deadline, dia tetap saja mengumbar berbagai cerita. Hal ini tentu saja mengganggu kerja Anda. Tips : Mengatasi si Tukang Ngobrol sebenarnya gampang. Hentikan obrolannya, dengan pura-pura ke kamar kecil, lalu sekembalinya dari kamar kecil Anda langsung duduk kembali di depan kompuer dan meneruskan pekerjaan Anda, kalau perlu ditambah dengan mimik muka serius. Pasti dia akan berpikir dua kali untuk mengajak Anda meneruskan pembicaraan yang sempat terputus. Tapi kalau dia masih tetap nekat, sampaikan dengan tegas kalau Anda harus segera menyelesaikan pekerjaan dan tawarkan untuk ngobrol kembali pada saat makan siang, “Duh, sorry banget aku lagi dikejar deadline nih, bagaimana kalau nanti kita lanjut saat makan siang aja?”

3. Si Toko Dalam Toko. Ungkapan toko di dalam toko, digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki dan melakukan bisnis pribadi menggunakan fasilitas perusahaan. Banyak memang bentuk konkretnya, misalnya sering menggunakan telepon perusahaan untuk melakukan deal (kesepakatan/janji) dengan klien pribadinya, memanfaatkan printer perusahaan untuk mencetak dokumen-dokumen pribadinya, seringkali ijin tidak masuk kerja untuk mengurus keperluan bisnisnya, atau menunjuk perusahaan pribadinya untuk menangani proyek-proyek kantor. Tentu sangat menyebalkan!. Tips : Anda harus segera menjaga jarak dengannya untuk tetap menjaga reputasi Anda (daripada Anda kemudian dimanfaatkan atau Anda dicap oleh rekan kerja yang lain sebagai sahabat dan parahnya mungkin Anda sering kebagian job-nya) dan sampaikan segera kepada atasan Anda tentang segala perilakunya. Kalaupun atasan Anda tidak menegurnya, sampaikan permasalahan ini kepada HRD. Karena hal ini akan membuat suasana di unit kerja Anda menjadi tidak kondusif dan sangat tidak nyaman. Kalau mau berbisnis silahkan tapi jangan menggunakan fasilitas kantor dan tentu saja fair.

4. Si Penguping. Cirinya, dia ingin selalu tahu segala hal yang terjadi dalam kehidupan Anda. Kalau Anda sedang ngobrol di telepon, dia selalu memasang kupingnya. Bahkan, tidak malu untuk bertanya dan membahas hal-hal yang baru saja Anda bicarakan di telepon. Pokoknya, want to know saja. Biasanya sih tipe ini dimiliki rekan kerja wanita. Tips : Penataan ruang kantor yang serba terbuka memang mengurangi prvacy Anda sebagai karyawan. Solusinya, Anda harus lebih berhati-hati apabila si penguping sedang beredar di sekitar Anda. Selain kurangi telepon yang bersifat pribadi, jangan sembarang curhat juga. Karena kalau dia tergolong ‘ember’, semua rahasia Anda bisa tersebar ke seluruh kantor.

5. Si Pencuri Ide. Di tengah rapat, dengan semangat rekan kerja Anda melontarkna beragam ide sebagai buah pemikirannya sendiri. Padahal jelas-jelas itu ide Anda! Apalagi kalau atasan puas dengan usulannya. Sedangkan Anda? Tidak mendapakan poin apa pun di mata atasan Anda. Ingin protes, tapi Anda tidak cukup memiliki bukti dan keberanian. Bisa-bisa Anda justru dituduh ’sok ngaku-ngaku’. Tips : Satu-satunya solusi adalah jangan pernah membicarakan ide Anda ke sembarang orang. Simpan saja dalam pikiran dan baru Anda keluarkan pada saat rapat nanti atau langsung pada atasan Anda. Dengan demikian, atasan tahu bahwa ide tersebut datang dari Anda.

6. Si Penunda. Janji akan memberikan laporan di pagi hari, namun ditunggu sampai siang tidak ada kabar beritanya. Setiap Anda tagih selalu memberikan berbagai alasan. “Sorry, komputerku sedang hang” atau “Aduh, kepalaku lagi pusing nih, sebentar lagi ya” atau “Iya maaf, kemaren aku ada masalah keluarga lagi”. Akhirnya, gara-gara dia pekerjaan Anda menjadi tertunda. Tips : Menghadapi si penunda memang cukup dilematis. Mau protes tapi takut dia tersinggung. Sebaliknya kalau dibiarkan karir Anda menjadi taruhannya. Maka supaya ‘aman’, gunakan saja power atasan untuk mengatasi hal tersebut. Caranya, dari awal Anda sudah tentukan batas waktu penyelesaian tugasnya. “Nanti pukul 14.00 sudah selesai ya dan kasih ke saya”. Kalau pada jam yang ditentukan, dia belum menyerahkan hasil pekerjaannya, biarkan saja. Nanti ketika atasan Anda menanyakannya, Anda tinggal bilang, “Maaf Pak, saya belum menerima laporan dari X, jadi saya belum bisa menindaklanjuti dan menyerahkan ke bapak”. Usahakan ketika Anda menyampaikan kepada atasan Anda, si X mendegarnya. Dijamin, kalau memang dia masih ingin bekerja di perusahaan itu, dia pasti berpikir 2 kali untuk mengulanginya.

Sumber : tipsanda.com
Selanjutnya - Tips Mengatasi 6 Tipe Rekan Kerja Menyebalkan

Banyak yang beranggapan bahwa profesi penulis tidak begitu menarik karena kurang menjanjikan untuk menopang hidup sehari-hari, sehingga profesi penulis dianggap hanya bisa dijadikan sebagai profesi sampingan atau hobi. Sebetulnya Anda bisa sekali menjadikan profesi penulis sebagai profesi utama -yang mungkin lebih menghasilkan dibandingkan dengan profesi kantoran- sebut saja misalnya Hilman Hariwijaya dengan Karyanya Lupus yang cukup sukses dan melegenda atau J.K. Rowling dengan Harry Potter-nya yang mendunia dan masih banyak lagi. 

Berikut ini Tips mudah memulai profesi sebagai penulis profesional:

1. Banyak Membaca. Banyak membaca terutama novel-novel best seller. Pikiran Anda jadi terbiasa dengan berbagai genre tulisan dan pikiran. Mata Anda juga menjadi terbiasa melihat rangkaian tulisan, sehingga Anda akan selalu belajar dan menyerap banyak hal dan pelajaran dari sana.


2. Sediakan Waktu Untuk Menulis Apa Saja. Buatlah alasan yang kuat, sehingga ketika menulis, Anda akan fokus dan tentukan tenggat waktunya. Tanpa alasan yang kuat dan target, biasanya Anda menjadi malas mengerjakannya karena keburu bosan.

3. Konsentrasi Dan Kerja Keras. Anda harus produktif dan tidak bisa cuma mampu menulis satu buah buku dalam satu tahun, karena itu hanya mempengaruhi royalti. Dalam setahun setidaknya Anda harus menulis 2 novel dan puluhan essai dan cerita pendek untuk memperkuat eksistensi dan posisi Anda sebagai seorang penulis profesional.

4. Open Mind. Mau membuka diri (mata, telinga dan hati) dan up-to-date terhadap keadaan, kejadian bahkan pemikiran dan imajinasi abstrak di pikiran Anda. Tuangkan semua itu dalam bentuk tulisan dan harus dilatih terus menerus. Penulis yang tidak pernah berlatih dan tidak akan merencakan akan menjadi penulis, tapi karyanya menjadi best seller, kebanyakan terkena beginner’s luck saja. Tanpa ketelatenan, bisa-bisa Anda tidak bisa eksis sampai buku selanjutnya.

5. Disiplin. Ada satu harga yang mesti dibayar jika ingin menjadikan tulisan sebagai lahan kerja utama Anda: harus berani menempatkan tulisan sebagai prioritas utama. Tempatkan dalam benak Anda bahwa menulis adalah profesi utama, biarpun sebenarnya hanya sampingan. Hal ini akan menjadikan Anda disiplin dan taat pada deadline kerja. Tetapkan waktu untuk menulis seperti halnya waktu kantor yang selalu ada setiap harinya.

6. Market Your Self. Pastinya Anda tidak ingin buku Anda hana dinikmati suami/istri atau keluarga besar saja. Sebisa mungkin tulisan atau buku Anda dapat dibaca orang sebanyak-banyaknya, syukur-syukur pasar Anda sampai ke luar negeri dan jadi best seller! Strategi pemasaran khusus dibutuhkan untuk meraih pasar pembaca pemula. Misalnya Alberthiene Endah. Ketika hasil penulisan biografi tentang KD (Kris Dayanti) sangat mengesankan banyak orang, order pun datang dengan sendirinya, mulai dari pembuatan biografi Chriyse sampai Titik Puspa.


Selanjutnya - Tips Mudah Memulai Profesi Sbg Penulis Profesional